Archive

Archive for the ‘Moment’ Category

Momen Tak Terlupakan Bersama Sepeda

February 9, 2010 19 comments

Berbicara mengenai sepeda, bagi saya sama saja dengan membongkar sebuah rahasia kelam yang sangat ingin saya pendam selamanya. Tetapi saya berpikir ulang bahwa itu bukanlah sebuah aib yang harus ditutupi dan kebetulan sekali saya menemukan kompetisi blog mengenai pengalaman bersepeda. Jadi saya berpikir inilah saat yang tepat untuk berbagi pengalaman dengan teman-teman yang mungkin bernasib sama dengan saya. Dan siapa tahu saya juga dapet hadiahnya.

Baiklah, rahasia kelam yang ingin saya rahasiakan selamanya itu adalah, saya baru bisa naik sepeda ketika kelas 1 SMA. Ya, ketika kelas 1 SMA, benar-benar memalukan, seorang laki-laki baru bisa naik sepeda ketika menginjak usia 15 tahunan? Apa kata dunia? Hal ini karena ketika SD dulu saya selalu menolak ketika diajari naik sepeda. Entah kenapa saya menolak, mungkin karena waktu kecil dulu saya pernah terjatuh dari sepeda dan menangis (saya masih ingat), sehingga secara tidak sadar ada rasa takut yang timbul dan menghambat saya. Hal ini terus berlanjut hingga SMP. Mungkin pada saat SMP dulu, bukan rasa takut lagi yang menjadi penghambat, menurut saya rasa malulah yang lebih menjadi penghambat.

Read more…

Categories: Moment Tags: ,

Kumpul-Kumpul Setelah Sekian Tahun

August 17, 2009 19 comments
Dua hari yang lalu saya mengadakan reuni dengan temen-temen SKI Smanisda. Bisa dibilang bukan reuni sih, soalnya cuma ada 4 orang. Aku, Yoga, Herman, dan seseorang yang menjadi alasan adanya acara kumpul-kumpul ini, Alif. πŸ˜€
Karena kebetulan hari itu Alif datang ke Sidoarjo untuk menghadiri acara pernikahan sepupunya, jadi sekalian kumpul-kumpul karena udah beberapa tahun (udah 4 tahun kali ya?) tidak ketemu. Sabtu itu sebenernya saya masih di Malang, dari pagi jam 8 sampai jam 10 saya sepakbola terakhir sebelum libur penuh selama bulan Ramadhan. Pas kontak-kontak, ternyata arek-arek sepakat siang ke rumahnya Alif. Jadinya saya langsung berakangkat ke Sidoarjo. Sungguh tak dinyana, ternyata banyak tamu di rumahnya Alif, berpakaian rapi dan resmi (batik). Sedangkan kami bertiga, ada yang pake kaos oblong, ada yang pake sweater, cuma saya kayanya yang agak mendingan karena pake hem lengan pendek.:D Kayanya arek2 emang blom baca email di milis kalo ada acara resepsi pernikahan. Saya pun gak nyangka kalo tamunya lumayan gak sedikit. πŸ˜€
Walhasil kita cuma kenalan dan bersalaman kepada kedua mempelai. Kemudian menuju ke acara utama, makan! πŸ˜€ Kemudian kita ngobrol ngalor-ngidul, tentang kerjaan, kuliah, sampai konsultasi Alif kepada Herman tentang gimana caranya bla…bla…bla… (pikir sendiri). πŸ˜€

Sehari kayaknya belum cukup untuk ngobrol2. Kami janjian untuk ketemuan lagi besoknya. Tapi yang datang masih 4 orang, hanya saja Herman gak ikut. Angka 4 ini masih menjadi misteri, soalnya sebelum ini kita juga kumpul-kumpul, tapi juga cuma 4 orang, Aku, Yoga, Herman, dan Chifrul. :p
Agenda hari itu kita menuju ke rumahnya Firman, teman SKI yang lainnya. Ya ngobrolnya sih biasa-biasa saja, update kondisi terkini dan sharing mengenai perjalanan hidup masing-masing sambil berharap ada ide yang nyangkut dari pembicaraan-pembicaran gak jelas. πŸ™‚ Siangnya kita makan siomay+es buah di sebuah warung dengan pemandangan sawah yang gersang serta pesawat yang lalu lalang.

Sawah dan Pesawat

Acara dilanjutkan dengan jalan-jalan ke CiTo (City of Tomorrow). Di sana kita nonton bioskop. Kebetulan film yang tayang dijam tersebut film “Merah Putih”. Sebuah film tentang perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda, yang kabarnya bakalan setara dengan adegan-adegan action penuh laga di Hollywood. Entah karena memang demikian kenyataannya atau mungkin karena ekspektasi saya yang berlebihan. Filmnya biasa saja, saya kira film nya akan sebagus “Saving Private Ryan”. Ternyata….. yah, sepertinya memang berlebihan kalau mengharapkan “Merah Putih” bakalan sekeren “Saving Private Ryan”. Tapi memang kalau dibandingkan dengan film2 Indonesia yang lain, “Merah Putih” jelas unggul telak. Sekitar pukul 5 sore akhirnya kita ber-empat berpisah ke kediaman masing-masing. Insya Alloh pertemuan kembali akan terjadi setelah hari raya Lebaran di acara Halal bi Halal Hamasda. Semoga lebih banyak lagi temen-temen yang bisa hadir. πŸ™‚

Arek-arek. Tau nih, Yoga, gak pengen dipoto. Di poto gak bakalan ngurangi lifespan kok. :p

Categories: Moment
%d bloggers like this: